HALAMAN UTAMA  |   TENTANG KAMI  |   BUKU TAMU  |   SITUS |   

EDITORIAL  |  BERITA  |  OPINI  |  CERPEN  |  PUISI  |  RESENSI  |  GALERI


Resensi

Di Tepi Sungai Piedra, Aku Duduk dan Tersedu
Judul : Di Tepi Sungai Piedra, Aku Duduk dan Tersedu
Tebal : xiv+209 halaman
Pengarang : Paulo Coelho
Penerbit: Pustaka Alvabet Jakarta
Cetakan Kesebelas : Juni, 2005

Berkisah tentang perempuan bernama Pilar yang setelah tujuh belas tahun baru bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya yang telah menjadi seorang pemimpin spiritual terkemuka. Dalam keterpisahan mereka kerap berkirim surat. Pilar tetap tinggal di kota kelahirannya, sementara sang sahabat melakukan banyak perjalanan ke penjuru dunia.

Sampai pada suatu hari mereka dipertemukan kembali dan saling menyadari bahwa mereka jatuh cinta. Cinta yang hadir sejak masa kecil mereka. Pencarian ini berliku dan berbenturan dengan keyakinan dan pengabdian sahabat Pilar kepada sang Pencipta yang diyakininya tak bisa diputuskan begitu saja.
19 Jul 2005

Sebuah Teori Dan Praktis Gerakan Lingkungan
Resensi buku
Judul buku : Pola – Pola Gerakan Lingkungan
Penulis : George Junus Aditjondro
Penyunting : Mathori A. Elwa, Eric Sabti Rahmawati. Euis Laelasari.
Penerbit : pustaka pelajar
Cetakan I : Februari 2003
Tebal Buku : xv + 288 halaman

Masalah – masalah lingkungan hidup seringkali tidak mendapat prioritas yang tinggi dan seringkali menjadi sub agenda, dengan demikian akhirnya larut dan tenggelam dalam tema kampanye yang lebih luas dan abstrak.
15 Jul 2005

Ketika Hidup Layak Sebagai Manusia Hanya Sebatas Angan-Angan
Judul : Trilogi OPERA KECOA
Penulis : N. Riantiarno
Tebal : xii + 446 Halaman
Cetakan Pertama : Juli 2004
Penerbit : MAHATARI

Trilogi Opera Kecoa lahir untuk menjembatani pementasan drama yang terbatas ruang dan waktu. Memungkinkan akses yang lebih luas bagi karya fenomenal garapan dramawan terkemuka, N. Riantiarno. Buku yang berisi tiga naskah drama, Bom Waktu, Opera Kecoa dan Opera Julini ini menghadirkan cerita yang menyentuh, jujur dan spontan. Tidak mengumbar ratapan, tapi menunjukkan kebenaran dari realita itu sendiri. Suatu kehidupan yang menjadi bagian dari pluralitas peradaban, dari pluralitas perjalanan sejarah anak manusia.
14 Mar 2005



© 2005 ISOLA POS ONLINE